Demo Site

Senin, 21 Juni 2010

Solusi Koneksi Internet Manual ke PC menggunakan Kartu Indosat

Bagi yang sedang melakukan koneksi internet secara manual ke PC/laptop menggunakan kartu indosat, pasti sering mengalami masalah-masalah seperti dibawah ini, berikut solusinya:

Error 692 : Ini disebabkan karena modem yang dipilih tidak sesuai dengan kemampuan modem dari hp tersebut contoh modem yg dipilih yaitu standard 56000 bps padahal modem di hpnya hanya mampu maximum 33600 bps (byte per second).

Solusi : Ubah model modem sehingga sesuai dengan kemampuan modem hpnya.

Error 718 : Ini disebabkan karena Extra Settings di modemnya belum diisi.

Solusi : Masukan Extra Settings AT+CGDCONT=1,”ip”,”satelindogprs.com”

Error 797 : Ini disebabkan karena modem belum terinstall secara benar.

Solusi : Ulangi proses instalasi modem dari control panel sehingga modem dapat terdeteksi.

Jika muncul error seperti ini pada saat akan melakukan diagnostic atau query modem, ini disebabkan karena modem di hp belum terupdate dengan instalasi yang baru dilakukan di control panel.

Solusi : Matikan hp dalam kondisi tersambung dengan kabel data (jika koneksinya melalui kabel) lalu aktifkan kembali (restart) kemudian ulangi lagi proses diagnostic / query modem di control panel.

Error 619 : Sama dengan error 692 dan 718 diatas.

Solusi : Sama dengan solusi 692 dan 718 diatas.

Error 734 : Ini disebabkan karena ketika mendial salah memasukan nomor teleponnya (phone number) atau bisa juga karena Extra Settings belum dimasukan.

Solusi : Pastikan nomor telepon (phone number) yang diisi adalah *99***1# lalu lakukan dial kembali.

Cara Setting GPRS (internet) di HP Dual Mode (China-Korea)

HP Dual-Mode tidak perlu melakukan settingan GPRS, karena Sudah ada settingan GPRS bawaan dari pabrik, yang kita harus lakukan adalah memilih profil wap yang akan kita gunakan berdasarkan provider yang kita gunakan. Langka2nya sebagai berikut :

1. Masuk Ke Pengaturan (Setting)

2. Pilih Layanan dan Internet

3. Pilih WAP

4. Pilih pengaturan, biasanya didalam pengaturan ada menu : Pilih SIM, Ubah Acount, Pilihan Browser, Hapus Cache dan Hapus Cokies

5. Pilih SIM ( SIM1 atau SIM2), co : pilih SIM2

6. kemudian Kembali kepengaturan

7. pilih ubah Acoount

8. Pilih SIM (SIM1 atau SIM2), co : Pilih SIM2

9. Pilih Profil Internet sesuai provider yang digunakan, IndosatGprs, XlGprs, Telkomsel data dll

maka secara otomatis anda sudah dapat menggunakan layanan internet di HP anda, Selamat mencoba !!

Perbaiki HP NOKIA ANDA..!!!!!!

Instal Ulang Software HP NOKIA

Sebelumnya saya pernah membahas cara instal ulang HP Nokia. Cara kemarin adalah Cara untuk merestart HPnya saja, tidak memperbaiki atau mengintsal ulang software Nokia anda. Ada cara lain untuk memperbaiki software nokia anda jika mengalami kerusakan atau terkena virus. Cara ini biasa dilakukan teknisi Nokia Care. Caranya sebagai berikut

1. Dalam keadaan HP mati, anda tekan *3yes/ok dalam waktu bersamaan. Pastikan anda menekan secara bersamaan

2. Nanti muncul pilihan negara, anda tnggal memasukan negara tempat anda membeli HP. Kalau langsung kembali kemenu semula, berarti belum berhasil. Ulangi kembali

Selamat Mencoba

Sabtu, 19 Juni 2010

Identifikasi Staphylococcus aureus

Bahan Pemeriksaan:
1. Klinis ; Pus/nanah hijau, hapus luka.
2. Makanan ; Bahan makanan suspek penyebab racun.

Skema Pemeriksaan:


A. Hari Pertama
1. Pemeriksaan mikroskopik : dilakukan pewarnaan metode Gram.
Hasil Pemeriksaan :
a. Bentuknya Coccus/bulat
b. Ukurannya berdiameter 0,8-1 um
c. Susunannya 2-2, 4-4, bergerombol seperti buah anggur


2. Isolasi
Sampel bahan pemeriksaan di isolasi dalam media dan di inkubasi dalam inkubator dengan suhu 37o C selama 24 jam.
a. Biakan pada Agar Darah
b. Biakan pada MSA (Manitol Salt Agar)
c. Biakan pada TSB (Trypticase Soy Broth/Kaldu trypticase & pepton)


B. Hari Kedua
Pengamatan koloni pada media:
a. Media Agar Darah: Koloni berwarna kuning keemasan, halus, licin & berpigmen.
b. Media MSA : Koloni berwarna kuning, bersifat manitol fermenter,
c. Media TSB : Bakteri tumbuh dan membuat larutan media keruh homogen.

Koloni yang tumbuh pada Agar darah dipilih sesuai kriteria dan dibuat subkultur pada agar darah untuk mendapat koloni bakteri yang murni.

C. Hari Ketiga
Koloni pada subkultur di lakukan uji biokimia, uji serologi & uji sensitivitas.
a. Uji Biokimia: Bakteri di isolasi kedalam media bontrey panjang.
b. Uji Serologi: CPT (Coagulation Plasma Test), 1 ose koloni + 1 ose plasma sitrat, campurkan, amati dalam 2 menit. Hasil positif dengan indikasi cairan jernih dengan terbentuknya butiran-butiran halus.
c. Uji Sensitivitas: metode cakram Kirby Bauer menggunakan media Muller Hinton agar. Antibiotik yang digunakan adalah Novobiocin 30.


D. Hari Keempat
Amati hasil inkubasi bontrey panjang untuk uji biokimia dan media Muller Hinton agar untuk uji sensitivitas.
a. Uji Biokimia : Glukosa (+) dan Manitol (+)
b. Uji Sensitivitas : Diameter zona hambat
-sensitif : > 16mm
-intermediet : > 13-15mm
-resisten : > 13mm

Metabolisme Karbohidrat

1. Terminologi yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat

a. Glikogenesis : proses pembentukan glikogen terutama di hati dan otot dari glukosa hasil metabolisme karbohidrat.
b. Glikogenolisis : Pemecahan glikogen menjadi glukosa
c. Glukoneogenesis : Pembentukan glukosa bukan dari karbohidrat. Bisa dari lemak & protein.
d. Glukolisis : proses pemecahan glukosa dalam darah untuk menghasilkan energi.
e. Lipogenesis : pembentukan lemak dari karbohidrat.
f. Lipolisis : pemecahan lemak menghasilkan asam lemak.


2. Pencernaan - Penyerapan Makanan

a. Mulut : amilum dengan bantuan enzim ptialin dirubah menjadi dekstrin dan maltosa
b. Lambung : proses pencernaan berlangsung dengan bantuan asam lambung/HCl, enzim ptialin di inaktifasi oleh asam lambung.
c. Duodenum :
Makanan yang masuk ke duodenum merangsang pankreas menghasilkan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dan Amilase pankreas (Amilopsin). Makanan tersebut dirubah menjadi disakarida dan monosakarida.
- disakarida : diproses dengan enzim disakaridase (maltose, laktose dan sukrase) menjadi monosakarida
- monosakarida : diserap secara difusi dan transfer aktif edalam ileum & jejenum lalu diteruskan ke hati lewat vena porta.


3. Metabolisme glukosa


Adalah proses pemecahan glukosa untuk menghasilkan ATP sebagai cadangan energi.


4. Regulasi Glukosa dalam darah

a. Insulin - Dihasilkan oleh sel-sel beta pulau-pulau langerhans di pankreas. Berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa di dalam darah.
b. Glukagon - Dihasilkan oleh sel-sel alfa pulau-pulau langerhans di pankreas. Berfungsi untuk menaikkan kadar glukosa di dalam darah.
c. Epinefrin - Dihasilkan oleh medula pararenalis / anak ginjal
d. Glukokortikoid (Kortison) - Dihasilkan oleh korteks medula pararenalis
e. Tiroksin / Thyroxine (T4)
f. Growth Hormone

Membuat Serum

Membuat Serum

Prinsip :

Darah dibiarkan membeku sehingga fibrinogen berubah menjadi fibrin. Darah yang membeku tersebut lalu akan terpisah menjadi bagian serum dan koagulum (sel-sel darah yang membeku).

Cara Kerja :

1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Ambil darah dari pembuluh vena sebanyak 3 cc (atau yang diperlukan)
3. Masukkan darah kedalam tabung reaksi atau tabung sentrifuge lewat dinding tabung

4. Darah dibiarkan membeku didalam tabung pada suhu kamar selama 1 jam
5. Setelah membeku usahakan darah tidak menempel pada dinding tabung dengan cara mengailnya menggunakan lidi.
6. Sentrifuge darah tersebut dengan kecepatan 1500 rpm selama 10 menit

7. Setelah disentrifuge, pisahkan serum / bagian cair dari bekuan menggunakan pipet kedalam tabung lain.

Imunoserologi

Imunoserologi

Definisi :
Studi mekanisme dan fungsi sistem kekebalan akibat pengenalan zat asing dan usaha netralisasi, eleminasi & metabolisme zat asing dan produknya.

Mekanisme Sistem Imun :
- Reaksi Imun Spesifik meliputi reaksi humoral dan reaksi seluler
- Reaksi Imun Non-Spesifik meliputi reaksi humoral dan reaksi seluler
- Interaksi antara reaksi imun spesifik dan non-spesifik

Fungsi Kekebalan Tubuh :
- Pertahanan Tubuh
- Homeostasis (Keseimbangan tubuh)
- Surveillance, Penjagaan supaya tubuh mendeteksi lebih dini, tidak selalu saat adanya infeksi baik intrinsik maupun ekstrinsik)

Zat Asing :
- Mikroorganisme (bakteri, virus, parasit, jamur)
- Sel Tumor
- Sel / Jaringan Alogen : merupakan sel yang dicangkokkan dan memiliki faktor genetik yang berbeda contohnya tranfusi darah, cangkok ginjal.

Beberapa Istilah :
- Antigen = Molekul yang bereaksi dengan antibodi / imunosit. TIdak harus membangkitkan respon imun.
- Imunogen = Molekul yang membangkitkan respon imun.
- Hapten = Molekul berukuran kecil dan tidak imunogenik. Dapat bereaksi dengan antibodi yang timbul akibat stimulasi hapten bersangkutan yang terikat molekul carrier.
- Epitop = Bagian antigen yang bereaksi dengan antibodi.
- Paratop = Bagian antibodi yang bereaksi dengan antigen.
- Antibodi = Molekul yang disintesis oleh sel B - sel plasma. (Imunoglobulin, bentuk soluble dari reseptor antigen pada sel B)